Akses Makin Terbuka, Jalan Routa Digarap Bertahap Libatkan Perusahaan

Sumber. Pemdes Lalomerui.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Pembangunan ini digagas oleh Pemerintah Desa Lalomerui dengan melibatkan sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut bertujuan menghubungkan akses dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa. Selain itu, masyarakat juga merasakan berbagai manfaat lain dari kehadiran investasi di wilayah mereka.

“Sekitar delapan perusahaan terlibat, di antaranya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT PJUM, PT ANN, PT Modern, dan PT Mulya Tani. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap hingga selesai,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, progres pembangunan jalan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Pekerjaan meliputi pemadatan jalan, pembuatan drainase, pembangunan jembatan dan gorong-gorong, serta penggunaan alat berat seperti ekskavator dan dump truck.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa dan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa, guna menghadirkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.

“Terkait isu penolakan, sejauh ini tidak ada. Justru masyarakat sangat mendukung, bahkan ada yang secara sukarela menghibahkan lahannya untuk pembangunan jalan,” jelasnya.

Selain infrastruktur, dampak positif investasi juga dirasakan di sektor lain. Kepala Desa menyebut adanya program layanan kesehatan gratis melalui Puskesmas Keliling yang dijalankan oleh PT SCM dengan jadwal pelayanan dua kali dalam sebulan.

“Pelayanan ini terbuka untuk umum, meliputi pemeriksaan kesehatan, cek gula darah, kolesterol, hingga pemberian obat secara gratis,” tambahnya.

Di bidang pendidikan, perusahaan juga telah membangun fasilitas sekolah dasar lengkap dengan sarana pendukung serta menyediakan program beasiswa bagi masyarakat setempat. Sementara di sektor ekonomi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diberdayakan sebagai penyalur hasil pertanian warga ke perusahaan tambang.

“Program ini membantu meningkatkan perekonomian masyarakat karena hasil pertanian dapat terserap dengan baik,” ungkap Taksir.

Ia juga menyampaikan bahwa pengaspalan jalan desa sepanjang kurang lebih 750 meter telah dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja lokal melalui skema Harian Orang Kerja (HOK).

Terkait isu pembangunan smelter, pihak desa menegaskan bahwa masyarakat tidak menuntut pembangunan tersebut dan memilih mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk regulasi moratorium yang berlaku.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Routa, Darmon, menyampaikan bahwa kehadiran investasi telah membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut.

“Kami hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi karena kami merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi di DPRD beberapa waktu lalu.

Ia juga berharap pemerintah dan DPRD dapat melihat kondisi masyarakat secara objektif serta menengahi berbagai polemik yang berkembang.

Dengan berbagai manfaat yang dirasakan, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan yang berjalan saat ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan di wilayah Kecamatan Routa. (Red)

 

Penulis: Iwal