Heboh Ayam Suwir Basi, Dapur SPPG Wonggeduku Ditutup

Ketgam. Montase Dapur SPPG Wonggeduku, ayam suwir basi, serta temuan sisa penggosok panci di menu MBG yang dikeluhkan guru sekolah. Foto: Aby, Arsam.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Skandal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wonggeduku makin melebar. Setelah warga dihebohkan dengan temuan ayam suwir basi dan serpihan sisa penggosok panci di menu MBG, kini dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonggeduku resmi ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penutupan mulai diberlakukan Sabtu 14 Februari 2026 besok, sebagai bentuk sanksi tegas atas dugaan pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan dapur MBG.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Konawe, Novry Al Ikmasyah, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan instruksi langsung pimpinan BGN.

“Pimpinan secara tegas menginstruksikan agar dapur SPPG Wonggeduku ditutup sementara. Ini langkah tegas agar seluruh pengelolaan berjalan sesuai SOP,” kata Novry, Jumat (13/2/2026).

Penutupan dapur ini disebut-sebut sebagai buntut dari temuan makanan bermasalah yang sempat dikonsumsi penerima manfaat. Ayam suwir yang diduga basi serta adanya benda asing berupa sisa penggosok panci dalam makanan memicu keresahan orang tua dan masyarakat.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi program MBG yang seharusnya menjamin makanan sehat dan aman, justru berubah menjadi ancaman kesehatan jika dikelola sembarangan.

Novry menegaskan, penghentian operasional dapur berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Selama masa penutupan, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari manajemen dapur, proses pengolahan makanan, hingga sistem distribusi.

“Ini bukan sekadar sanksi, tapi peringatan keras. Pengelolaan MBG tidak boleh main-main. Standar kebersihan dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” tegasnya.

BGN menekankan bahwa MBG merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Karena itu, setiap dapur SPPG wajib patuh pada ketentuan kebersihan, keamanan pangan, hingga administrasi pelaporan.

Penutupan ini diharapkan menjadi momen pembenahan total agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap MBG tidak semakin tergerus.

Novry memastikan dapur SPPG Wonggeduku baru akan dibuka kembali setelah dinyatakan benar-benar memenuhi seluruh standar.

“Kalau sudah dibuka kembali, tidak boleh ada lagi pelanggaran. Semua harus sesuai SOP,” pungkasnya. (Red)