INFOFAKTUAL.ID, KONAWE UTARA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) berdiri pada tanggal 24 Juni 1951. Pengukuhan hari lahirnya tersebut didasarkan atas hasil konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta 24 Juni 1951, merupakan prakarsa bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta.
IBI terus eksis di berbagai wilayah Indonesia, lantaran peran bidan yang sangat urgen dalam pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan, baik bagi wanita sebagai pusat keluarga maupun masyarakat umumnya.
Tugas ini meliputi antenatal, intranatal, postnatal, asuhan bayi baru lahir, persiapan menjadi orang tua, gangguan kehamilan dan reproduksi serta keluarga berencana.
IBI Cabang Konawe Utara (Konut) juga ikut dalam suka cita, menyambut hari jadi ke-72. Perayaan ini dirangkaian dengan bulan bakti IBI dan Internasional Day of The Midfife (IDM).
Kegiatan keorganisasian itu, diisi dengan bakti sosial kepada masyarakat, diantaranya sunatan massal dan pelayanan KB gratis, di Puskesmas Wanggudu Raya, pada Senin (24/7/2023).
Acara tersebut, juga dihadiri Camat Asera, Aswar dan jajarannya, pihak Dinas Kesehatan, Puskemas dan seluruh anggota pengurus IBI Konut.

Dalam sambutannya, Ketua IBI Konut, Nurjanah Efendi menegaskan kepada seluruh bidan, agar menjaga nama baik serta marwah organisasi kebidanan, dengan tidak melakukan kesalahan yang fatal sehingga mencoreng nama IBI.
Selain itu, wanita yang juga menjabat Kadis Kesehatan Konut ini, mengimbau para bidan di Konut untuk senantiasa memperkuat kekompakan dan kebersamaan demi membangun organisasi IBI lebih maju.
“Selalu kedepankan komunikasi dan koordinasi agar tercipta singkroninasi dalam melaksanakan program-program kerja keorganisasian, serta berikan program positif yang bermanfaat untuk masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Dirinya juga menekankan agar kualitas bidan terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Hal ini sangat penting, mengingat betapa besar peran dan fungsi bidan, lantaran profesi ini menjadi tangan pertama yang menyentuh bayi pada saat dilahirkan.
“Di HUT Ke-72 IBI, mari kita semua satukan barisan untuk terus melahirkan bidan-bidan profesional dalam pelayanan terbaik di masyarakat,” tutup wanita bergelar magister kesehatan itu. (Red)



