Agama  

Peringatan Nuzulul Qur’an, Kapolda Sultra Ajak Personel Perkuat Integritas

Ketgam. Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, saat menghadiri Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi. Foto: Dok. Polda Sultra.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KENDARI – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Masjid Al-Amin Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (12/3/2026), saat jajaran kepolisian memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Momentum spiritual ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga pengingat bagi insan Bhayangkara untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polda Sultra, di antaranya Irwasda Kombes Pol Hartoyo, Karo SDM Kombes Pol Dr. Arief Fitrianto, Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian, para direktur dan kepala bidang, serta Ketua Bhayangkari Daerah Sultra beserta pengurus. Personel Polri di lingkungan Polda Sultra juga turut mengikuti kegiatan dengan penuh khusyuk.

Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan Ustad Dr. Hasdin Has, M.Thi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara.

Menurutnya, peringatan turunnya Al-Qur’an tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan.

“Keimanan harus diwujudkan dalam amal dan ketaatan kepada Allah. Sedangkan ketakwaan berarti menjalani hidup sesuai nilai-nilai agama dengan penuh kesadaran,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia mengandung nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, dan kesabaran yang sangat relevan dijadikan landasan moral bagi setiap anggota Polri.

Ustad Hasdin juga menyinggung makna mendalam dari wahyu pertama “Iqra” yang tidak hanya berarti membaca secara tekstual, tetapi juga mengandung pesan untuk memahami realitas sosial secara bijak.

“Spirit Iqra harus dimaknai sebagai kemampuan membaca situasi masyarakat dengan bijaksana dan humanis, sehingga tugas kepolisian dapat dijalankan dengan penuh integritas,” pesannya.

Sementara itu, Kapolda dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Ia mengingatkan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari integritas, sikap, serta komitmen moral dalam melayani masyarakat.

“Sebagai anggota Polri, kita harus terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta sikap profesional agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tegasnya.

Kapolda juga mengajak seluruh personel untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kerja sama yang kuat antar anggota akan menjadi kunci dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Sulawesi Tenggara.

Ia menambahkan bahwa transformasi Polri yang saat ini terus dilakukan tidak hanya menyangkut pembaruan sistem dan teknologi, tetapi juga harus diiringi dengan transformasi mental dan spiritual para personelnya.

“Transformasi Polri tidak hanya soal modernisasi sistem, tetapi juga tentang perubahan mental dan spiritual agar setiap anggota memiliki integritas yang kuat,” ujarnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Polda Sultra ini pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel untuk memperkuat nilai-nilai religius dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan semangat Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, diharapkan setiap insan Bhayangkara mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas demi menjaga keamanan serta ketertiban di Bumi Anoa. (Red)

 

Penulis: Eko