Rp6 Miliar Disiapkan, Konawe Serius Kejar Prestasi di Porprov 2026

Ketgam. Kadispora Kabupaten Konawe, Jahiuddin, S.Sos., M.Si. Foto: Dokumentasi Dispora Konawe.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Konawe, menggelar rapat koordinasi strategis bersama KONI Konawe dan seluruh pengurus cabang olahraga (Cabor), guna mematangkan langkah menghadapi ajang olahraga terbesar di Sultra yang dijadwalkan berlangsung Oktober–November 2026.

Rapat penting ini dihadiri Ketua Umum KONI Konawe, Rusdianto, S.E., M.M., Ketua Harian Hj. Sarnina Yusrin Usbar, S.E., serta jajaran pengurus cabor se-Kabupaten Konawe. Atmosfer rapat berlangsung serius, dengan satu target besar, Konawe harus naik kelas di Porprov 2026.

Kepala Dispora Konawe, H. Jahiuddin, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa langkah awal yang disepakati adalah melakukan verifikasi cabang olahraga yang berhak mengikuti Porprov sesuai ketentuan KONI Provinsi.

“Tidak semua Cabor otomatis ikut. Kita akan verifikasi berdasarkan regulasi dan informasi resmi dari KONI provinsi,” tegas Jahiuddin.

Tak berhenti di situ, Dispora dan KONI Konawe juga sepakat segera melakukan seleksi atlet secara ketat. Targetnya jelas, minimal masuk tiga besar, bahkan diharapkan juara umum.

“Kita ingin atlet yang benar-benar siap tempur. Setelah seleksi, kami akan segera audiensi dengan Bupati dan Ketua DPRD untuk membahas dukungan anggaran hibah KONI. Prestasi tidak bisa dicapai tanpa perencanaan dan pembiayaan yang matang,” ujarnya.

Demi memuluskan target tersebut, Dispora Konawe memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp6 miliar, termasuk bonus atlet. Soal besaran bonus emas, perak, dan perunggu nantinya akan diputuskan bersama Pemda dan DPRD. Menurut Jahiuddin, bonus bukan sekadar hadiah, tetapi strategi mempertahankan atlet.

“Kalau bonus tidak jelas, atlet potensial bisa pindah membela daerah lain. Ini yang selama ini menjadi masalah. Kita tidak mau Konawe kehilangan talenta terbaiknya,” ungkapnya.

Dalam rapat itu juga ditegaskan larangan keras mutasi atlet ke kabupaten lain. Dispora dan KONI Konawe akan segera mengirim surat resmi kepada seluruh Cabor agar tidak melakukan perpindahan atlet, terutama atlet unggulan.

Bahkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan dilibatkan untuk memperketat seleksi administrasi.

“Kita ingin atlet yang berlaga benar-benar mewakili Konawe, bukan hasil mutasi dadakan,” tambah Jahiuddin.

Sejumlah Cabor andalan Konawe diproyeksikan menjadi lumbung medali emas, di antaranya angkat berat, angkat besi, pencak silat, dan taekwondo. Sementara balap motor juga dinilai memiliki potensi besar mendulang prestasi.

Untuk cabang sepak bola yang menjadi magnet perhatian publik, Dispora menyerahkan penuh kepada Askab PSSI Konawe.

“Sepak bola adalah harga diri daerah. Minimal bisa tembus final seperti sebelumnya,” pungkas Jahiuddin. (Red)