INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Lembaga Sintesa kembali menegaskan eksistensinya sebagai pelopor pertanian ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Lembaga yang berdiri sejak 6 Februari 1991 ini telah menapaki perjalanan panjang selama 35 tahun, dalam memberdayakan masyarakat melalui pertanian berbasis agroekologi.
Berbasis di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sintesa mengelola lahan seluas 33 hektare yang dijadikan pusat pembelajaran agroekologi. Menariknya, lahan tersebut dikelola langsung oleh masyarakat setempat, sehingga menjadi laboratorium hidup bagi praktik pertanian berkelanjutan.
Puncak peringatan HUT Sintesa ke-35, digelar Sabtu (7/2/2026). Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, hadir langsung memberikan sambutan dan motivasi kepada para petani, pengelola, serta peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Hugua menekankan pentingnya konsep agroekonomi yang dikembangkan Sintesa, yakni integrasi antara praktik pertanian dan pendekatan ekonomi.
Menurut Hugua, agroekonomi Sintesa adalah ilmu yang menyatukan pertanian dengan strategi ekonomi. Bukan hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tak hanya bicara konsep, Hugua juga membakar semangat peserta dengan sejumlah pesan inspiratif.
“Tetapkan tujuan yang nyata dan terukur, agar setiap usaha membawa kita lebih dekat pada kesuksesan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pola pikir positif, kerja keras, serta ketekunan sebagai fondasi keberhasilan.
Menurut Hugua, membangun jejaring yang luas juga menjadi kunci untuk membuka lebih banyak peluang bagi petani dan pelaku agroekologi.
Peringatan 35 tahun Sintesa menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang lembaga ini dalam menggerakkan pertanian berkelanjutan. Selama lebih dari tiga dekade, Sintesa telah melatih puluhan petani dan masyarakat lokal, serta menjelma menjadi pusat pembelajaran agroekologi yang inovatif di Kabupaten Konawe.
Ketua Sintesa menyampaikan bahwa lembaganya terus berkomitmen mengembangkan pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Lahan 33 hektare di Desa Amesiu bukan hanya pusat pelatihan, tetapi juga bukti nyata bahwa agroekologi bisa dikelola mandiri oleh masyarakat dan memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.
Dengan semangat ulang tahun ke-35, Sintesa menegaskan kembali visinya untuk terus memberdayakan masyarakat, mengedukasi petani, dan mengembangkan agroekologi sebagai solusi pertanian masa depan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. (Red)



