INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Konawe resmi terbentuk. Hal itu ditandai dengan pengukuhan dan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APRI Konawe yang digelar di salah satu hotel di Kota Unaaha, Kecamatan Unaaha, Jumat (24/4/2025).
Dalam struktur kepengurusan yang dilantik, Verna Andrew Keynes Rambe dipercaya sebagai Ketua DPC APRI Konawe, didampingi Sarman sebagai Sekretaris dan Ilham Saputra Jaya sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus lainnya.
Pembentukan APRI Konawe ini menjadi momentum penting dalam menyatukan para penambang rakyat di daerah, sekaligus memperjuangkan akses legal terhadap pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.
Ketua Umum DPP APRI, Ir. Gatot Sugiharto, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertambangan rakyat memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa, baik dari sisi ekonomi, industri, maupun teknologi.
Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi sektor pertambangan rakyat yang telah ada sejak masa lampau hingga era modern saat ini.
“Sejak zaman pandai besi, masyarakat sudah mampu mengolah logam secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa tambang rakyat adalah bagian dari sejarah peradaban bangsa yang terus berkembang hingga sekarang,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, pengolahan sumber daya mineral yang awalnya bersifat tradisional, kini telah menjadi bagian penting dalam rantai industri modern, mulai dari kebutuhan perangkat komunikasi hingga pembangunan infrastruktur.
Gatot menegaskan bahwa kehadiran APRI merupakan langkah awal untuk menyatukan penambang rakyat secara nasional agar memiliki kekuatan dalam memperjuangkan hak dan akses pengelolaan tambang di Indonesia.
“APRI hadir untuk membangun tambang rakyat yang bertanggung jawab, legal, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut tambang rakyat bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi juga simbol kemandirian bangsa dalam mengelola kekayaan alam.
“Tambang rakyat adalah kekuatan bangsa. Jika dikelola dengan baik, ini akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penopang kemajuan teknologi nasional,” tambahnya.
Gatot juga mendorong pemerintah agar memberikan perhatian lebih terhadap sektor ini, baik dari sisi regulasi, pembinaan, hingga perlindungan hukum, agar kontribusinya semakin optimal.
“Tambang rakyat membangun Indonesia dari pinggiran dan pelosok. Tambang rakyat legal, rakyat sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW APRI Sulawesi Tenggara, H. Tasman, menambahkan bahwa sektor tambang rakyat, khususnya tambang pasir, memiliki kontribusi besar dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk di Kabupaten Konawe.
Ia berharap kehadiran APRI Konawe mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha tambang rakyat.
“APRI hadir untuk membantu para penambang mendapatkan kepastian hukum dan solusi atas berbagai kendala. Harapannya, penambang rakyat bisa lebih sejahtera dan usahanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Dengan terbentuknya APRI Konawe, diharapkan lahir ekosistem pertambangan rakyat yang lebih tertata, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. (Red)
Penulis: Iwal



