Dinkes Baubau Sisir Ancaman TBC, Kantor Imigrasi Jadi Sasaran Skrining

Ketgam. Suasana skrining di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Baubau. Foto: MN/ Pemkab Baubau.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, BAUBAU – Ancaman penyakit tak menular dan penyakit menular, masih menjadi momok serius di tengah masyarakat. Menyadari hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), bergerak cepat dengan melakukan skrining kesehatan menyeluruh, untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit, termasuk Tuberkulosis (TBC) yang kerap muncul tanpa gejala.

Aksi deteksi dini tersebut digelar di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Baubau, Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menyasar pegawai Imigrasi dan anggota Dharma Wanita sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul ke permukaan.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi kelompok berisiko dan masyarakat umum.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yuslina, S.Kes., M.Kes, menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan pada penyakit Tuberkulosis yang hingga kini masih menjadi ancaman laten.

“Selain pemeriksaan kesehatan standar, kami juga melakukan Tes Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST). Ini sangat penting untuk mendeteksi keberadaan bakteri TBC dalam tubuh, bahkan saat belum menimbulkan gejala aktif atau yang dikenal sebagai TB laten,” jelas Yuslina.

Menurutnya, Tes Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan cairan Purified Protein Derivative (PPD), tepat di bawah permukaan kulit lengan bawah. Reaksi berupa pembengkakan atau indurasi akan diukur setelah 48 hingga 72 jam sebagai indikator paparan bakteri TBC.

“Deteksi dini seperti ini sejalan dengan target Presiden untuk menurunkan angka kasus TBC nasional hingga 50 persen. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang mencegah penularan,” tegasnya.

Kegiatan skrining berlangsung tertib dan profesional dengan melibatkan tim tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Sulaa. Pemeriksaan difokuskan pada kelompok kerja yang memiliki tingkat mobilitas dan interaksi tinggi, sehingga berpotensi menjadi simpul penyebaran penyakit jika tidak diantisipasi.

Melalui langkah proaktif ini, Dinkes Baubau berharap produktivitas aparatur tetap terjaga, potensi wabah dapat ditekan, dan masyarakat semakin sadar bahwa pemeriksaan kesehatan bukan sekadar formalitas, melainkan investasi penting untuk masa depan yang lebih sehat dan tangguh. (Red)

Editor: Redaksi
error: Content is protected !!