Ekobis  

Gubernur Sultra Resmikan PPI Sodohoa, Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Ketgam. Penandatanganan prasasti peresmian PPI Sodohoa, Jumat (30/1/2026). Foto: PPID Diskominfo Sultra.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KENDARI – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan kembali ditegaskan.

Setelah melalui proses rehabilitasi sarana dan prasarana, Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi meresmikan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa, Jumat (30/1/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi pesisir dan memperkuat peran nelayan sebagai tulang punggung sektor perikanan daerah.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan Sultra.

Provinsi ini memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, mencapai 1,5 juta ton per tahun, sementara produksi perikanan tangkap tahun 2025 tercatat 264.883 ton.

Potensi sebesar ini tidak akan memberi manfaat maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang baik. Karena itu, kehadiran PPI Sodohoa menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan Sultra.

Gubernur menegaskan, PPI Sodohoa tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal dan bongkar muat hasil tangkapan ikan. Lebih dari itu, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul ekonomi, pusat aktivitas nelayan, sekaligus pintu masuk peningkatan nilai tambah produk perikanan.

Data tahun 2025 mencatat, 782 nelayan aktif memanfaatkan PPI Sodohoa dengan total produksi perikanan mencapai 11.497 ton. Angka tersebut menunjukkan kontribusi nyata PPI Sodohoa dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir.

“Ini bukti bahwa PPI Sodohoa memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan,” jelasnya.

Rehabilitasi PPI Sodohoa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga mutu hasil tangkapan, serta memperlancar rantai distribusi dan pemasaran ikan. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan fisik bukanlah akhir dari upaya tersebut.

“Lebih penting adalah bagaimana fasilitas ini dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga benar-benar memberi manfaat ekonomi yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik serta pengelolaan yang profesional, Gubernur optimistis PPI Sodohoa akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sektor perikanan di Sultra.

Melalui sinergi lintas sektor, peningkatan infrastruktur, serta pemberdayaan nelayan dan pelaku usaha perikanan, kita dorong sektor kelautan dan perikanan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, demi mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. (Red)

error: Content is protected !!