INFOFAKTUAL.ID, KOLAKA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kolaka menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah pelayanan kebidanan ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sasanapraja, Sabtu (31/1/2026), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos, mewakili Bupati Kolaka.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa IBI merupakan organisasi profesi, memiliki peran sangat strategis dalam pembangunan sektor kesehatan, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, Sekda pun mendorong bidan agar lebih aktif lagi, serta meningkatkan profesionalisme, dalam rangka meningkatkan pelayanan di lapangan.
“Bidan adalah kekuatan inti dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk keluarga berencana. Dari tangan bidanlah lahir generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas,” ujar Akbar.
Ia mengungkapkan, IBI yang berdiri sejak 24 Juni 1951 tidak hanya berfungsi sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang menyatukan para bidan dan perempuan Indonesia dalam semangat pengabdian serta peningkatan kompetensi kebidanan.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki IBI harus terus dimaksimalkan untuk mendukung program-program pemerintah daerah, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kolaka menuju daerah yang berkeadilan, maju, dan unggul, khususnya di sektor kesehatan.
Muscab VIII IBI Kolaka tahun ini mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”.
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan masa kini yang menuntut profesionalisme, tanggung jawab, serta akuntabilitas tinggi dari tenaga kesehatan.
Sejalan dengan tema tersebut, Sekda berharap para bidan terus memperkuat perannya sebagai mitra perempuan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga nifas, serta memberikan perawatan terbaik bagi bayi baru lahir secara profesional dan beretika.
Pada kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para bidan yang selama ini telah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai program, termasuk Kartu Sehat Beramal, yang sangat membantu masyarakat kurang mampu.
“Para bidan adalah pejuang kemanusiaan. Pengabdian mereka di tengah keterbatasan patut mendapat penghargaan dari semua pihak,” katanya.
Ia juga mendorong IBI Kabupaten Kolaka untuk terus menjaga citra positif di tengah masyarakat, membangun kemitraan yang kuat dengan perangkat daerah, organisasi perempuan, serta lembaga kemasyarakatan lainnya guna memperkuat sinergi dalam pembangunan kesehatan daerah.
Mengakhiri sambutannya, Akbar menegaskan bahwa dengan semakin kompleksnya persoalan kesehatan di masyarakat, kesejahteraan serta fasilitas pelayanan bagi bidan dan tenaga kesehatan lainnya harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap Muscab VIII IBI Kabupaten Kolaka dapat melahirkan keputusan dan program kerja yang konstruktif bagi kemajuan organisasi serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Kolaka. (Red)



