INFOFAKTUAL.ID, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menegaskan komitmennya, mengangkat pangan lokal sebagai kekuatan pembangunan daerah melalui peluncuran Gerakan Mosonggi “Makan Olahan Sagu Meningkatkan Energi”.
Inovasi ini diperkenalkan bersamaan dengan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Alun-Alun 19 November Kolaka, Senin (16/2/2026) yang langsung menyedot perhatian peserta yang hadir dari seluruh OPD.
Acara tersebut dihadiri Bupati Kolaka, H. Amry, Direktur Pengawasan dan Keamanan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, serta Asisten II Provinsi Sultra Mujahidin. Kehadiran para pejabat ini menandai dukungan nyata terhadap dua agenda penting: perluasan akses keuangan daerah dan penguatan inovasi pangan berbasis kearifan lokal.
Fokus utama kegiatan tertuju pada Gerakan Mosonggi yang diproyeksikan menjadi motor perubahan pola konsumsi masyarakat. Sagu selama ini identik dengan pangan tradisional, diangkat sebagai sumber energi alternatif yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah ingin Mosonggi tidak hanya menjadi slogan, tetapi gerakan bersama, menyentuh dapur-dapur warga Kolaka.
Bupati Kolaka menegaskan, Mosonggi adalah wujud komitmen pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan OPD, kita dorong akses keuangan sekaligus membangun kebiasaan makan yang sehat dengan memanfaatkan pangan lokal seperti sagu,” ujarnya.
Peluncuran Mosonggi juga dikaitkan dengan peran TPAKD yang akan memperluas dukungan pembiayaan bagi UMKM, petani, dan pelaku usaha pangan lokal. Dengan demikian, sagu tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga menjadi komoditas ekonomi yang bernilai tambah bagi masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung semarak. Para peserta dari OPD mengenakan pakaian adat, menegaskan bahwa Mosonggi bukan sekadar program teknis, melainkan gerakan budaya menghidupkan kembali identitas lokal Kolaka.
Pemkab Kolaka berharap, momentum ini mampu meningkatkan literasi keuangan sekaligus menguatkan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. (Red)
Penulis: Iwal



