INFOFAKTUAL.ID, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota, Siska Karina Imran, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Musim hujan yang terjadi sejak akhir tahun 2025 hingga awal 2026, dinilai meningkatkan potensi munculnya genangan air di lingkungan permukiman yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
Pemkot Kendari menegaskan bahwa DBD bukan penyakit biasa dan dapat berakibat fatal, apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
“Cegah sekarang, jangan tunggu terlambat. Pencegahan dimulai dari lingkungan sendiri,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kendari kepada masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Kendari mengajak warga secara disiplin menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin,
- Menutup rapat wadah penyimpanan air,
- Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta Plus, dengan menghindari gigitan nyamuk melalui penggunaan kelambu, obat anti nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pemkot Kendari juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan “fogging”, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengajak para camat, lurah, hingga RT dan RW untuk menggerakkan kerja bakti lingkungan secara rutin, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah rawan genangan air.
Imbauan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam mewujudkan Kendari Sehat, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya hidup sehari-hari demi melindungi keluarga dari ancaman DBD. (Red)



