INFOFAKTUAL.ID, KOLAKA TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) kembali menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka stunting melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahap IV Tahun 2025.
Kegiatan strategis ini digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Koltim, dengan mengusung tema “Evaluasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting 1–8”, berlangsung di Aula Pemda Koltim, Senin (8/12/2025).
Rakor ini menjadi forum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama, mengevaluasi strategi, dan menyamakan langkah dalam upaya melindungi generasi masa depan Kolaka Timur dari ancaman stunting yang selama ini menjadi perhatian nasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur melalui Asisten III Setda Koltim, Iwan Kara, S.Sos., M.M., dihadiri jajaran Polres Kolaka Timur, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK kecamatan, tenaga gizi puskesmas, serta unsur lintas sektor lainnya.
Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, Iwan Kara menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
“Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua untuk mempercepat penurunan stunting di Kolaka Timur. Tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja terintegrasi, mulai dari desa, kecamatan, sampai tingkat kabupaten,” tegas Iwan Kara dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa peran TP PKK di tingkat kecamatan dan tenaga gizi pada puskesmas menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini risiko stunting, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan intervensi gizi berjalan tepat sasaran.
Rakor Tahap IV ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi stunting, mulai dari manajemen data sasaran keluarga berisiko stunting, pemantauan pemberian makanan tambahan, akses air bersih dan sanitasi, hingga penguatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita.
Melalui forum ini, Pemda Koltim berharap lahir rumusan strategi baru yang lebih tajam, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting dilakukan secara signifikan dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi Kolaka Timur yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Rakor ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Kolaka Timur tidak sekadar menargetkan angka penurunan stunting di atas kertas, namun benar-benar meletakkan kesehatan anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. (Red)



