Ekobis  

Sinergi Kadin-Pemprov Sultra Siap Tekan Inflasi Jelang Ramadan

Ketgam. (kiri) Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, bersama Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang. Foto: Dok. Kadin Sultra.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai langkah konkret menekan laju inflasi menjelang bulan suci Ramadan.

Program ini menjadi bentuk dukungan Kadin Sultra terhadap kebijakan strategis Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, mengatakan Gerakan Pasar Murah dijadwalkan mulai digelar pada 14 Februari 2026 sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.

Usai melakukan audiensi dengan Gubernur Sultra di Kantor Gubernur, Selasa (10/02), Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mendukung penuh program gubernur yang berorientasi pada penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gerakan Pasar Murah menjadi wujud nyata kolaborasi dunia usaha dan pemerintah,” ujar Anton.

Dalam implementasinya, Kadin Sultra mengarahkan program ini pada tiga sektor prioritas yang berkaitan langsung dengan pengendalian inflasi dan ketahanan ekonomi masyarakat.

1. Penguatan ekonomi daerah.

Intervensi pasar difokuskan pada wilayah dengan tingkat inflasi relatif tinggi seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi melalui penyaluran bahan pokok dengan harga terjangkau.

2. Pemberdayaan UMKM.

Kadin membina ribuan pelaku UMKM dengan target 3.000 UMKM bertransformasi menjadi PT Perorangan agar memiliki daya saing yang lebih kuat dan terlibat langsung dalam rantai distribusi pangan.

3. Ketahanan pangan.

Kadin turut berperan dalam pemetaan lahan pertanian produktif serta mendorong hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga dalam jangka panjang.

Kadin Sultra juga mengambil peran aktif dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Di wilayah seperti Kolaka yang mencatat inflasi hingga 6,75 persen, Gerakan Pasar Murah dijadikan instrumen utama untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Melalui program ini, pasokan beras, telur, dan minyak goreng dipastikan tetap tersedia dengan harga terjangkau menjelang Ramadan.

Anton menjelaskan, Gerakan Pasar Murah juga menjadi bagian dari uji coba sistem distribusi pangan berskala provinsi yang dirancang Pemprov Sultra. UMKM binaan Kadin akan dilibatkan langsung dalam rantai pasok agar potensi lokal dapat terserap secara maksimal.

“Kami mengoordinasikan harga, ketersediaan stok, hingga dukungan infrastruktur bagi UMKM. Harapannya, masyarakat terbantu dan harga pangan tetap terjaga,” tutup Anton. (Red)

error: Content is protected !!