Ekobis  

Tekan Inflasi Kolaka, Kadin Sultra Hadirkan Gerakan Pangan Murah

Ketgam. Suasana Gerakan Pangan Murah Kadin Sultra di Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026). Foto: Dok. Kadin Sultra.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KOLAKA – Tingginya tekanan inflasi di Kabupaten Kolaka membuat berbagai pihak bergerak cepat. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Pomalaa, Sabtu (7/3/2026) yang langsung diserbu ribuan warga sejak pagi.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut melalui konferensi pers virtual bersama awak media. Meski belum dapat hadir langsung karena sedang menjalani perawatan kesehatan, Anton menegaskan komitmen Kadin Sultra untuk terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka yang mendorong berbagai langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Gerakan Pangan Murah yang digelar Kadin Sultra ini juga mendapat dukungan dari Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara. Kami mengapresiasi perhatian beliau terhadap upaya menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat,” ujar Anton.

Ia menegaskan bahwa Kadin Sultra siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk mendukung seluruh program ekonomi yang dijalankan Gubernur Sultra.

“Dunia usaha harus ikut ambil bagian dalam memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Anton menjelaskan, program Gerakan Pangan Murah merupakan agenda berkelanjutan yang dilaksanakan Kadin Sultra di daerah yang mengalami tekanan inflasi relatif tinggi. Program tersebut sebelumnya telah digelar di Kendari, kemudian dilanjutkan di Kolaka, dan selanjutnya direncanakan akan hadir di Baubau.

“Kami melihat beberapa daerah mengalami tekanan inflasi cukup tinggi seperti Kolaka dan Baubau. Karena itu Kadin Sultra berinisiatif menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Diserbu Warga Sejak Pagi

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Camat Pomalaa mendapat respons besar dari masyarakat. Sejak dibuka pukul 09.00 Wita, warga mulai berdatangan untuk membeli paket sembako bersubsidi yang disiapkan Kadin Sultra bersama Kadin Kolaka.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus kedatangan warga berlangsung terus-menerus. Sebagian datang berjalan kaki dari permukiman sekitar, sementara lainnya menggunakan sepeda motor. Area parkir kantor kecamatan pun terlihat penuh oleh kendaraan warga yang ingin mendapatkan sembako dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

“Kami datang bergantian dengan tetangga. Saya jalan kaki saja karena dekat. Sayang kalau dilewatkan karena selisih harganya lumayan dibanding pasar,” ujar seorang warga yang ikut antre.

Program ini menjadi salah satu upaya intervensi harga untuk membantu menekan inflasi Kolaka yang tercatat mencapai 7,77 persen. Dalam kegiatan tersebut, Kadin memberikan subsidi harga hingga Rp5.000 per paket.

12.000 Paket Sembako Disiapkan

Ketua Kadin Kolaka, Hj. Vebrianti mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan 12.000 paket kebutuhan pokok untuk masyarakat. Paket tersebut berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang telah disubsidi.

Distribusi difokuskan di Kecamatan Pomalaa yang merupakan kawasan industri dengan dinamika ekonomi cukup tinggi. Intervensi harga dinilai penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

“Inflasi di Kolaka mengalami kenaikan. Di sinilah peran Kadin hadir sebagai mitra pemerintah. Jika pemerintah mengatur birokrasi, maka Kadin mengayomi pengusaha untuk bersama-sama mencari solusi ekonomi bagi daerah,” kata Vebrianti.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari yang memantau langsung kegiatan bersama Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menilai tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa intervensi harga sangat dibutuhkan masyarakat.

“Tingginya antusiasme warga menunjukkan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar,” ujarnya.

BPK RI Turun Memantau 

Di tengah ramainya kegiatan tersebut, Ketua Tim Pemeriksa Badan Pangan Nasional dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Hasan, juga melakukan kunjungan kerja ke Kolaka.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau efektivitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serta memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog berjalan tepat sasaran.

“Kita harus pastikan apakah GPM ini berjalan sesuai tujuan yang diinginkan. Kita juga memeriksa penyaluran Bulog apakah sudah sesuai,” ujar Hasan.

Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Pangan dalam menjaga harga komoditas tetap terkendali di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam pantauannya, Hasan mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat.

“Biasanya di beberapa daerah lain pelaksanaan GPM tidak seramai ini. Di sini luar biasa antusiasnya. Artinya masyarakat memang membutuhkan intervensi harga seperti ini. Kami juga mengapresiasi Kadin Sultra ikut membantu masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan di lapangan, stok pangan yang disiapkan mencapai 12 ton, dan dalam waktu singkat lebih dari separuhnya telah terserap masyarakat. Sementara itu, tim pemeriksa BPK RI dijadwalkan berada di Sultra selama empat hari untuk melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola logistik pangan di wilayah tersebut. (Red)

 

Penulis: Iwal