INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe dalam menekan angka stunting kembali ditegaskan. Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., memimpin langsung Rapat Evaluasi Laporan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025, Senin (29/12), dengan penekanan utama pada ketuntasan dan keakuratan data sebagai fondasi kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Dalam rapat yang berlangsung penuh keseriusan tersebut, ia menegaskan bahwa data stunting bukan sekadar angka, melainkan dasar strategis dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah. Kesalahan atau keterlambatan data, menurutnya, dapat berdampak langsung pada efektivitas program di lapangan.
Rapat evaluasi ini dihadiri oleh seluruh perangkat daerah terkait, Dinas Kesehatan, perwakilan BKKBN, para camat, kepala puskesmas, hingga tim teknis dan operator data stunting dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Konawe. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Dalam arahannya, Wakil Bupati secara tegas meminta seluruh kecamatan dan Puskesmas menuntaskan penginputan data stunting paling lambat 31 Desember 2025. Ia mengingatkan bahwa ketidaklengkapan data dari satu wilayah saja berpotensi menghambat proses pelaporan nasional dan merugikan daerah secara keseluruhan.
“Camat, kepala puskesmas, dan tim teknis adalah ujung tombak. Jangan menunggu, lakukan koordinasi aktif sampai ke tingkat desa. Pastikan data sinkron, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya supervisi berjenjang serta sinergi antarinstansi agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Data yang akurat, lanjutnya, akan menentukan ketepatan sasaran program intervensi stunting.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Konawe juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Konawe di tingkat provinsi yang menunjukkan tren positif dalam penurunan angka stunting. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, bukan keberhasilan individu atau sektor tertentu.
Menutup arahannya, Syamsul mengajak seluruh tim untuk terus bekerja dengan semangat kerja ikhlas dan kerja tuntas. Ia berharap dukungan lintas sektor, pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, serta komitmen berkelanjutan dapat mendorong tercapainya target penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Konawe secara menyeluruh.
Usai rapat, Tim Stunting Kabupaten Konawe menyerahkan plakat pencapaian kinerja tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 13 November 2025 lalu di Kendari, kepada Wakil Bupati Konawe selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Konawe, sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan komitmen daerah dalam percepatan penanganan stunting. (Red)



