Dua Bulan Terakhir, 15 Anak di Konawe Jalani Rehabilitasi Narkoba

Ketgam. Kepala BNNK Konawe, H. B. Wijaya, bersama jajarannya, bersama Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, usai kegiatan Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba, di Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha, Sabtu (24/1/2026). Foto: Al Priyasin.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Ancaman narkoba di Kabupaten Konawe kian mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sebanyak 15 anak tengah menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNK Konawe, H. B. Tira Wijaya, A.Md., S.H, dalam kegiatan Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba, di Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha, Sabtu (24/1/2026), mengungkapkan bahwa rehabilitasi tersebut berlangsung di Klinik Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe.

Menurut Tira Wijaya, angka tersebut menjadi bukti bahwa peredaran narkoba telah menyasar kelompok usia muda dan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.

“Dalam dua bulan ini saja, sudah 15 anak kami rehabilitasi. Ini bukan angka kecil. Artinya, narkoba sudah masuk ke ruang-ruang keluarga kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil asesmen terhadap para pasien rehabilitasi menunjukkan satu pola yang hampir seragam, yakni minimnya perhatian dan komunikasi dari orang tua.

“Sebagian besar anak-anak ini mengaku menggunakan narkoba karena kurang perhatian dari keluarga. Ini alarm keras bagi kita semua,” ungkapnya.

Tira menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Jika fungsi pengawasan dan komunikasi di rumah melemah, maka anak-anak menjadi sasaran empuk jaringan peredaran narkoba.

“Jangan sampai kita sibuk bekerja, tapi lupa menjaga anak. Ketika narkoba masuk, bukan hanya masa depan anak yang hancur, tapi juga keluarga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tenggara saat ini termasuk daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba yang tinggi, bahkan Konawe disebut berada pada posisi rawan.

“Kita tidak boleh menutup mata. Ini sudah darurat. Anak-anak kita sedang dibidik oleh bandar narkoba,” katanya.

Meski fokus pada rehabilitasi, Tira menegaskan BNNK Konawe tidak akan berhenti memburu para pelaku peredaran narkoba.

“Kami akan terus bongkar jaringan bandar. Tapi masyarakat juga harus bergerak. Laporkan jika ada aktivitas mencurigakan,” ujarnya.

Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba tersebut menjadi ajakan moral agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, keluarga, sekolah, dan tokoh masyarakat, bersatu mencegah Konawe kehilangan generasi mudanya akibat narkoba. (Red)

error: Content is protected !!