INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Polemik dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 2 Ranoeya akhirnya berakhir damai pada Rabu (1/4/2026).
Isu yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat itu sebelumnya menyeret nama mantan kepala sekolah dan kepala sekolah yang saat ini menjabat. Namun, kedua belah pihak kini sepakat meluruskan informasi yang beredar dan menegaskan bahwa tidak pernah terjadi penyelewengan dana BOS sebagaimana yang dituduhkan.
Mantan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ranoeya, Nursyam, secara terbuka membantah tudingan yang sempat diarahkan kepada kepala sekolah baru.
“Saya tegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar adanya. Saya juga tidak pernah mengatakan bahwa kepala sekolah baru menyelewengkan dana BOS,” ujar Nursyam.
Menurutnya, informasi yang berkembang di tengah masyarakat kemungkinan terjadi akibat kesalahpahaman atau penyampaian yang tidak utuh.
Klarifikasi itu sekaligus membantah kabar yang menyebut adanya konflik dan saling tuding antara kepemimpinan lama dan baru di sekolah tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ranoeya saat ini, Lisnawati, menyambut baik pernyataan tersebut.
Ia menilai klarifikasi itu penting agar suasana di lingkungan sekolah kembali kondusif dan aktivitas belajar mengajar tidak terganggu oleh isu yang belum tentu benar.
Pertemuan antara Nursyam dan Lisnawati pun berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat mengakhiri polemik dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Kesepakatan itu dinilai menjadi langkah penting untuk meredam keresahan masyarakat yang sempat mempertanyakan pengelolaan dana pendidikan di sekolah tersebut.
Kedua pihak juga berkomitmen untuk menjaga transparansi dan meningkatkan komunikasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Selain itu, masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, dan tidak mudah mempercayai isu yang belum terverifikasi.
Dengan berakhirnya polemik tersebut, SD Negeri 2 Ranoeya diharapkan dapat kembali fokus menjalankan proses pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa. (Red)
Penulis: Iwal



