Budaya  

Konawe Lestarikan Budaya Lewat Lomba Cipta Lagu Daerah Tolaki

https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Upaya pelestarian budaya lokal kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah resmi membuka Lomba Cipta Lagu Daerah Tolaki 2025, sebuah ajang kreativitas yang dirancang untuk memantik semangat berkarya sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Lomba ini dibuka mulai 12 Desember hingga 23 Desember 2025 dan menjadi ruang ekspresi bagi seniman, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin menghadirkan karya musik berbahasa Tolaki.

Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya Tolaki di tengah arus modernisasi.

Bahasa dan musik tradisional dianggap sebagai salah satu instrumen penting untuk merawat jati diri masyarakat Konawe, dan lomba ini disiapkan sebagai wadah untuk menciptakan karya-karya baru yang relevan dengan zaman.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Konawe, Andang Masnur, kepada awak media, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan budaya Tolaki tetap hidup, berkembang, dan dikenali generasi muda.

“Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul karya-karya baru yang dapat memperkaya khazanah musik tradisional maupun kontemporer berbahasa Tolaki,” ujar Andang.

Ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya tidak lagi cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus dipadukan dengan ruang-ruang kreatif yang dapat merangsang minat generasi muda.

Musik menjadi salah satu medium yang paling dekat dengan anak muda, sehingga lomba cipta lagu ini dinilai sangat tepat untuk menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat.

Lebih jauh, Andang menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini meliputi pelestarian bahasa dan budaya Tolaki, mendorong kreativitas generasi muda dalam menghasilkan karya seni, serta memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal mereka.

Lomba ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa batasan usia. Peserta cukup melakukan pendaftaran dan membuat pernyataan orisinalitas karya. Setiap peserta diberikan kesempatan mengirimkan maksimal dua karya lagu, dalam bentuk audio demo MP3 dengan kualitas minimal 128 Kbps.

Persyaratan yang mudah dan terbuka ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kreator muda, termasuk pelajar, komunitas seni, maupun musisi lokal yang selama ini belum memiliki panggung untuk memperkenalkan karya ciptaannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe menaruh harapan besar pada lahirnya karya-karya bermakna dari lomba ini. Mereka berharap semangat peserta tidak berhenti sebatas kompetisi, tetapi menjadi pemicu lahirnya lebih banyak musik Tolaki yang dapat dinyanyikan, dipentaskan, bahkan direkam secara profesional.

Dengan semakin tingginya minat publik terhadap karya budaya lokal, lomba ini dipandang dapat memperkuat posisi Konawe sebagai salah satu daerah dengan kekayaan seni-budaya yang kuat di Sulawesi Tenggara.

Melalui Lomba Cipta Lagu Daerah Tolaki 2025, Konawe tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga membuka ruang kreatif yang menjembatani budaya dengan generasi masa kini.

“Semakin banyak partisipasi masyarakat, semakin kuat pula upaya bersama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Konawe,” ujar Andang. (Red)

Editor: Redaksi
error: Content is protected !!