Budaya  

Lomba Cipta Lagu Tolaki, Sembilan Lagu Masuk Penilaian Juri

Ketgam. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Konawe, Andang Masnur, S.Pd., M.Pd. Foto: Dokumentasi Andang Masnur.
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe membuka Lomba Cipta Lagu Daerah Tolaki 2025, sebuah ajang kreativitas yang dirancang untuk memantik semangat berkarya sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Lomba ini dibuka mulai 12 Desember hingga 23 Desember 2025 dan menjadi ruang ekspresi bagi seniman, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin menghadirkan karya musik berbahasa Tolaki.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Konawe, Andang Masnur, S.Pd., M.Pd, kepada awak media, Rabu (24/12/2025), mengungkapkan bahwa setelah batas pengumpulan lagu, lomba Cipta Lagu Daerah Tolaki 2025 kini mulai memasuki tahap penting.

Hingga batas waktu pengumpulan, panitia mencatat sebanyak 9 lagu daerah Tolaki dari 7 orang pencipta resmi masuk dan telah diterima untuk dinilai oleh dewan juri.

Adapun daftar judul lagu yang telah masuk ke panitia, sebagai berikut:

  1. Inae Konasara ie pinesara, inae liasara ie pinekasara – Ciptaan Leo Waldiansyah
  2. Mokole Ndo – Ciptaan Leo Waldiansyah
  3. Kupe Une Uneko – Ciptaan Sabarudin
  4. Iyamo Tekolupe – Ciptaan Sabarudin
  5. Wuta Konawe – Ciptaan Ilham Adi Purnama
  6. Mokombulenggu – Ciptaan Agus Salam Yunus
  7. Mepokoaso – Ciptaan Analisa Moita
  8. Pepuuano Tolaki – Ciptaan Jumasran
  9. Mokoau – Ciptaan Ade Rahmatullah

Saat ini, seluruh karya tersebut tengah melalui proses penilaian secara ketat oleh para juri yang berkompeten di bidang musik dan kebudayaan. Setiap lagu dinilai berdasarkan orisinalitas, kekuatan lirik, penguasaan unsur budaya Tolaki, serta kualitas musikalitasnya.

Lanjut Andang, panitia memastikan bahwa hasil penilaian akan diumumkan dalam waktu dekat. Masyarakat diimbau untuk menantikan pengumuman resmi sekaligus menyimak lagu-lagu daerah Tolaki terbaru yang lahir dari kreativitas para musisi dan pencipta lagu lokal.

Menurut Andang, lomba ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang pelestarian budaya daerah, dengan menghadirkan karya-karya terbaru dari para musisi dan pencipta lagu yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Tolaki.

Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya Tolaki di tengah arus modernisasi.

“Kehadiran lagu-lagu ini diharapkan mampu memperkaya khazanah musik daerah, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,” pungkasnya. (Red)

Editor: Redaksi
error: Content is protected !!