Ragam  

Warga Routa Dukung PT SCM, Tolak Provokasi Isu Smelter

Ketgam. Montase aksi unjuk rasa ratusan warga Routa, Selasa (7/4/2026). Foto: Andriansyah
https://infofaktual.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0082-1.jpg

INFOFAKTUAL.ID, KONAWE – Polemik investasi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali memanas.

Namun di tengah desakan sejumlah kelompok yang meminta pembangunan pabrik smelter RKEF, ratusan warga yang mengatasnamakan Konsorsium Masyarakat Pribumi Routa Konawe Mepokoaso (KMPRKM), justru menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan PT SCM.

Aksi dukungan itu digelar di halaman Kantor DPRD Konawe dan Kantor Bupati Konawe, Selasa (7/4/2026). Massa KMPRKM datang membawa spanduk dan menyampaikan orasi yang berseberangan dengan kelompok penolak investasi.

Mereka menegaskan bahwa kelompok yang selama ini mengatasnamakan masyarakat, termasuk aliansi “Save Routa”, bukanlah representasi masyarakat pribumi yang hidup dan tinggal di wilayah lingkar tambang.

Koordinator aksi, Randi Liambo, menegaskan bahwa warga yang merasakan langsung dampak kehadiran investasi PT SCM justru mendukung perusahaan tersebut.

“Kelompok yang mengatasnamakan Save Routa itu bukan bagian dari kami. Kami masyarakat yang hidup berdampingan dengan investasi ini merasakan langsung manfaatnya,” ujar Randi dalam orasinya.

Menurutnya, kehadiran PT SCM telah membawa perubahan nyata di Kecamatan Routa, mulai dari pembangunan jalan, fasilitas umum, peningkatan sumber daya manusia, hingga bantuan usaha bagi masyarakat lingkar tambang.

“Kami hadir sebagai putra asli Routa. Kami tidak membawa kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Kami hanya ingin perubahan dan tidak ingin ada konflik sosial atau konflik horizontal di daerah kami,” katanya.

KMPRKM mengaku khawatir jika polemik investasi terus dibiarkan berlarut-larut. Mereka menilai situasi tersebut berpotensi memicu perpecahan. Masyarakat tidak ingin ada huru-hara di Routa.

“Kami tidak ingin konflik berlanjut dan merugikan investasi yang sehat. Kehadiran PT SCM telah memberikan dampak positif terhadap ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.

Massa juga menilai isu pembangunan smelter tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerang keberadaan investasi di Routa. Sebab, menurut mereka, terdapat regulasi pemerintah pusat yang saat ini membatasi pembangunan smelter baru.

“Masalah smelter jangan dijadikan dalih untuk kepentingan tertentu. Ada regulasi pemerintah pusat mengenai moratorium pembangunan smelter. Jadi jangan ada upaya mengaitkan isu smelter dengan persoalan pembebasan lahan atau ganti rugi,” ujar salah seorang orator.

Selain KMPRKM, dukungan terhadap investasi PT SCM juga datang dari ratusan massa Himpunan Aktivis Muda (HAM) Konawe. Dalam aksinya, mereka meminta pemerintah daerah dan DPRD Konawe bersikap tegas menjaga iklim investasi di Kabupaten Konawe, khususnya di Kecamatan Routa.

Jenderal Lapangan HAM Konawe, Agus Salim Misman, menilai kehadiran investasi telah memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat Routa, tetapi juga terhadap pendapatan daerah.

“Investasi yang masuk tentu memberikan dampak positif bagi daerah ini, bukan hanya di Routa tetapi juga bagi seluruh masyarakat Konawe melalui dana bagi hasil yang diterima pemerintah daerah,” kata Agus Salim.

HAM Konawe juga mendesak Bupati Konawe dan Ketua DPRD Konawe agar mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai berpotensi memprovokasi masyarakat.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, turun langsung menemui massa. Ia menegaskan bahwa kehadiran investasi di Kecamatan Routa telah memberikan dampak besar terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan infrastruktur di Routa tidak terlepas dari masuknya investasi, termasuk PT SCM.

“Alhamdulillah, Routa dari hari ke hari mengalami kemajuan. Jalan di Routa sekarang sudah bisa dilalui sampai ke Desa Parudongka. Itu semua karena pemerintah daerah dan masyarakat membuka diri terhadap investasi,” ujar Syamsul Ibrahim.

Ia menyebut, investasi telah mempercepat pembangunan jalan, pengaspalan, hingga peningkatan akses transportasi di wilayah-wilayah terpencil.

“Bahkan kami mendengar sudah ada pekerjaan pengaspalan di Desa Lalomerui. Itu adalah salah satu manfaat nyata dari investasi,” katanya.

Selain infrastruktur, Wakil Bupati Konawe juga menyoroti manfaat investasi di bidang pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah anak di Kecamatan Routa kini telah memperoleh bantuan beasiswa dari perusahaan.

“Sudah ada anak-anak kita yang dibiayai melalui program beasiswa perusahaan. Ini adalah harapan masa depan bagi masyarakat Routa,” ujarnya.

Meski demikian, Syamsul Ibrahim menegaskan bahwa tuntutan pembangunan smelter oleh PT SCM harus tetap mengikuti aturan pemerintah pusat.

Ia menyebut pemerintah pusat telah menerbitkan regulasi mengenai pembatasan pembangunan smelter nikel berbasis RKEF.

“Kita diatur oleh undang-undang dan regulasi. Kalau di Jakarta aturannya belum memperbolehkan, maka daerah juga tidak bisa memaksakan,” tegasnya.

Menurut Syamsul, pemerintah pusat saat ini menerapkan moratorium pembangunan smelter baru untuk menjaga cadangan nikel nasional.

“Kalau dipaksakan, berarti ada aturan yang dilanggar. Negara sudah menghitung agar cadangan nikel kita tidak habis dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Ia pun meminta seluruh masyarakat Routa untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.

“Sampaikan aspirasi dengan baik, jangan ada tindakan anarkis. Saya mengingatkan seluruh masyarakat dan keluarga besar Routa agar menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, juga menyampaikan apresiasinya terhadap aksi damai yang dilakukan massa. Ia menilai aspirasi yang disampaikan secara tertib akan lebih mudah ditindaklanjuti oleh pemerintah dan DPRD.

“Saya ucapkan terima kasih karena aspirasi ini disampaikan dengan damai dan tidak anarkis. Dengan begitu, kami bisa berpikir jernih dan mencari solusi terbaik,” kata Made Asmaya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Konawe mendukung keberadaan investasi PT SCM di Kecamatan Routa, sebab memberikan dampak positif kepada masyarakat.

“Kami mendukung karena masyarakatnya sendiri mendukung. Pemerintah hadir untuk masyarakat. Saya akan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” ujarnya.

Made Asmaya juga memastikan DPRD Konawe akan turun langsung ke Kecamatan Routa untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan investasi berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Saya bersama teman-teman DPRD akan turun langsung ke Routa untuk melihat fakta sebenarnya. Kami ingin memastikan investasi ini berjalan dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

 

Penulis: Iwal

error: Content is protected !!