INFOFAKTUAL.ID, KOLAKA TIMUR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Hj. Diana Massi, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan reses ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap langsung aspirasi, terutama terkait kebutuhan paling mendesak di desa.
Reses yang berlangsung penuh persaudaraan itu dihadiri aparat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan warga dari berbagai dusun. Sejumlah persoalan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama warga, khususnya yang berkaitan dengan akses lingkungan dan keselamatan permukiman.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan empat aspirasi prioritas, yakni:
- Pembangunan drainase di Dusun 1 Lorong Tamosi,
- Pembangunan drainase di Dusun 3,
- Pengadaan tiang listrik, serta
- Pembangunan jembatan penghubung antara Dusun 1 dan Dusun 2.
Warga mengeluhkan kondisi drainase yang tidak memadai sehingga kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras. Sementara itu, keberadaan jembatan penghubung dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga antar dusun, terutama bagi anak sekolah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Diana Massi menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan DPRD.
“Apa yang disampaikan masyarakat hari ini adalah kebutuhan riil dan itu menjadi tanggung jawab saya untuk mengawal agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Diana Massi di hadapan warga.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa, khususnya infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, termasuk di desa-desa seperti Lalingato,” tambahnya.
Diana Massi berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat terus terjaga agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran.
Kegiatan reses ini sekaligus menjadi bukti komitmen Wakil Ketua DPRD Koltim untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan suara warga tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi berlanjut hingga menjadi kebijakan nyata. (Red)



